Sunday, May 19, 2019

London: Notting Hill, Portobello and Peggy Porschen

Hi semuanya, post ini lanjutan dari post aku sebelumnya mengenai visa. Kali ini mengenai short trip aku ke London yang tujuannya untuk appointment visa schengen Paris, namun karena hari itu aku berulang tahun jadi sekalian bisa kami dirayakan di sana.





Jumat pagi itu kami harus berangkat ke stasiun bus di City centre untuk berangkat dari Birmingham ke London. Kami harus berangkat jam 5 pagi dari rumah supaya tidak terlambat.


Minggu itu aku tidak sadar sangat kelelahan karena harus bekerja tiga hari berturut-turut di saat cuaca sedang sangat drop di Birmingham. Menjadi carer anak disabled benar-benar sangat tidak mudah, apalagi aku juga seorang ibu rt yang harus memperhatikan suami dan rumah. Terkadang aku jadi lupa memperhatikan diri sendiri dan tanpa aku sadari kondisi tubuh aku jadi drop.







Hari kamis pun aku tidak punya kesempatan untuk beristirahat dengan benar sehingga di saat kami akan berangkat pada hari jumat di jam 5 pagi, aku benar-benar sangat kewalahan. Karena kondisi tubuh aku yang sangat drop, sangat sulit menjaga suhu tubuh aku tetap hangat, lebih tepatnya tidak dapat membuat panas di tubuh sehingga aku merasa sangat kedinginan dan mengigil.







Untungnya perjalanan di bus memakan waktu kira-kira 2 setengah jam sehingga aku dapat tidur sebentar. Yang menjadi concern aku adalah motion sickness, aku mabuk kendaraan sejak kecil dan tidak pernah bisa sembuh. Pagi itu aku tidak membawa pil untuk membantu meredakan mabuk kendaraan, sehingga membuat kondisi aku semakin parah.


Di dalam bus, kami makan pagi dengan bekal yang sudah aku siapkan pada malam sebelumnya. Aku membuat Pasta aglio olio dengan tuna, cod roe and sepotong wild salmon. Aku makan cukup banyak dengan harapan dapat mengisi perut aku dengan cukup kalori untuk dibakar tubuh supaya hangat. Breakfast kami sangat enak, hanya saja Mat menyesali karena aku kurang istirahat.


Btw menggunakan bus lebih murah ketimbang menggunakan kereta dan perbedaan waktunya pun tidak begitu jauh. December lalu kami ke London dengan menggunakan kereta dan kali ini menggunakan bus. Untuk dua orang round trip, kami dapat tiket seharga £25.







Kami sampai di London pada pukul 9.20, hari itu sebenarnya tidak terlalu dingin di London, malah kami diberkati dengan sinar matahari yang cerah hari itu. Namun karena kondisi tubuh aku yang sedang drop, aku merasa sangat menggigil dan gigiku tidak dapat berhenti gemeretak.


Aku berdoa terus kepada Tuhan supaya kondisi aku dapat lebih membaik karena kami sangat terburu-buru dan harus mengejar waktu untuk sampai ke kantor TLS France.


Saat di dalam stasiun, suhu cukup hangat sehingga aku masih dapat bertahan. Mat menyarankan aku untuk membeli kopi panas supaya tubuhku bisa mendapatkan panas untuk menghangatkan diri. Aku merasa badanku sangat tegang, gemetaran dan sekujur bahu-leher-kepalaku sakit, aku benar-benar merasa sangat lemah saat itu. Namun aku mencoba untuk bersikap tenang supaya Mat tidak khawatir.











Akhirnya kami beristirahat sejenak dan aku membeli segelas soy flat white untuk menghangatkan diri. Di saat Mat sedang mengecek jam dan lokasi kantor TLS, aku pergi membeli 'deep heat' di Boots, deep heat adalah sejenis salonpas versi gel. Karena sekujur tubuh belakangku sakit, aku ingin mengurutnya sedikit di leher dengan harapan dapat merasa lebih baik setelahnya. Tidak lupa tetap berdoa, aku mencoba untuk tetap tersenyum dan semangat sebelum kami mulai berangkat dengan kereta menuju kantor TLS. Aku tidak ingin manja dan mengeluh.


Setelah mengurut leher dan pundak aku sendiri, kami mulai bergerak untuk menuju kereta supaya kami tidak terlambat. Dengan bantuan kopi yang masih hangat, aku menggosokan telapak tanganku supaya dapat merasakan panas di tubuh. Saat itu, aku benar-benar menggunakan semua tenagaku yang tersisa demi aplikasi visa schengen, rasanya benar-benar menderita sekali. hahaha (serius loh!)


Jam appointment kami di 11.30 dan 11.45, saat kami sampai aku langsung mengantri di barisan dengan tulisan France dan Mat pergi foto box untuk aplikasi visa.


Tuhan memang baik sekali kepada kami, di saat petugas yang galak berteriak kepada orang-orang di barisan Prancis untuk masuk ke dalam ruangan, aku meminta 2 pria di belakang aku untuk maju duluan karena aku masih menunggu Mat yang sedang foto. 20 detik kemudian di saat aku pergi memanggil Mat (karena ia tidak datang-datang), tepat sekali ia keluar dan aku langsung melambaikan tangan sambil berkata, "Ayo cepat!". Mat berlari menuju barisan untuk masuk ke dalam ruangan appointment di belakang aku.







Sebelum masuk kami diperiksa dan beberapa barang bawaan kami seperti gunting dan kamera harus dititipkan ke petugas, ponsel harus dimatikan. Untungnya petugas di dalam sangat ramah kepada kami, mungkin karena kami juga menyapa mereka dengan senyuman sebelumnya. Yang jelas proses masuk sangat lancar dan tidak ada masalah. Mungkin bisa cek post ini yang belum baca.


Proses aplikasi visa kami selesai sekitar jam 2, dan kami masih memiliki waktu sekitar 10 jam di London sebelum kami balik ke Birmingham. Saat selesai, tanpa aku sadari tubuh aku juga sudah mulai agak membaik, kami berdua sangat senang. Mat sangat lega karena ia sangat khawatir, ia tidak pernah melihat kondisi aku se-drop itu sebelumnya.


Kami berjalan dengan santai menuju stasiun bus untuk berganti kereta menuju Notting Hill, di stasiun kami makan lagi untuk menghabiskan bekal yang kami bawa sebelum berjalan-jalan.







Banyak sekali cafe-cafe dan toko-toko yang lucu di Notting Hill, mungkin kalau kalian tau, ada film yang dimainkan oleh Julia Robert di tahun 1999 yang berjudul Notting Hill juga. Sebenarnya alasan aku ingin mampir kesini adalah karena di distrik ini unik dan fancy, banyak rumah berwarna-warni dan ada Portobello Road di mana banyak toko-toko yang menjual barang-barang antik di sana. Sayangnya saat itu Hp aku mati, jadi aku tidak bisa update Ig story sama sekali di sana.







Kami mampir di toko Biscuiteers, namun aku tidak jadi membeli apapun karena Mat tidak suka biskuit. Aku tidak suka membeli makanan yang tidak bisa kami nikmati bersama-sama.










Tidak sengaja kami melewati toko coklat Rococo, aku senang sekali coklat dan di dalam kami dapat mencoba beberapa coklat dengan tester yang tersedia. Saat itu tiba-tiba staff menawarkan kami untuk mencoba ice cream, tentu saja kami bersedia. Mat suka sekali dengan ice cream-nya, akhirnya kami membeli rasa Salted caramel dan Vanilla. Mat bilang, rasanya lebih enak daripada Haagen Dazs.




aneh gak sih lihat poniku panjang gini? haha



es krim Mat yang sebelah kiri, sudah mau habis sekali telan


Tidak jauh dari Rococo ada toko donut yang sangat mencolok dengan warna hijaunya, aku pernah melihat cabang lainnya di Oxford street. Aku SANGAT SUKA donat, lol, namun saat itu karena kami sedang makan Ice Cream aku tidak jadi membeli apapun di sana. Mungkin next time kalau kami ke London lagi.  :)




match-green-tone-hair



Tepat di samping Doughnut Time, ada toko buku Notting Hill yang sangat iconic. Setau aku toko yang asli muncul di filmnya sudah tutup di tahun 2011, namun tetap saja book store ini mengingatkan sedikit warna dari film tersebut.



















Setelah berjalan-jalan di area Notting Hill dan sekitar Portobello Road, Mat ingin aku menentukan destinasi kami selanjutnya. Aku ingin mengunjungi toko kue Peggy Porschen yang katanya cantik sekali dekorasinya, sekalian hari itu adalah hari ulang tahun aku jadi rasanya kurang afdol kalau tidak ada kuenya.







Peggy Porschen cakes ini berlokasi di Elizabeth street dekat dengan stasiun Victoria. Dengan warna tokonya yang serba ungu dan pink, sangat mencolok sekali bahkan dari jarak yang jauh. Saat kami berjalan menuju toko tersebut, banyak orang-orang yang foto-foto di depan cafe yang membuat kami bingung apakah mereka sedang mengantri meja atau tidak.


Ternyata kami bisa dapat meja kosong di outdoor karena banyak yang mampir hanya untuk foto-foto saja, saat itu cuaca tidak terlalu dingin jadi tidak masalah kami duduk di luar. Aku rasa karena bulan ini masih bulan Mei, jadi tidak terlalu banyak turis di hari itu. Lucky!







Kami memesan dua cupcake (chocolate & salted caramel), 2 macaron, 1 hot chocolate dan 1 iced coffee latte. Siang itu matahari bersinar cerah dan cuaca sangat sejuk, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Benar-benar cuaca yang sangat bersahabat untuk berjalan-jalan di London.







Dua cupcake tersebut ditulis meraih award-winning yang menjadi alasanku memesan dua rasa tersebut untuk kami cicipi. Sebelumnya aku belum melihat review-review yang ada di internet karena aku tidak ingin bias, apalagi aku bisa membuat kue, jadi aku ingin datang tanpa memilik ekspetasi apapun dengan cafe ini kecuali dekorasinya yang lucu.


Kami sangat menikmati Hot Chocolate-nya (gambar kanan bawah), rasanya tidak terlalu manis dan memiliki tekstur yang cukup kental. Rasanya sangat milky dan cokelatnya cukup terasa, hanya saja aku pengemar Dark Chocolate, jadi Mat sebagai penggemar Milk Chocolate lebih dapat menikmati minuman hangat ini daripada aku. Hot Chocolate ini disajikan dengan Marshmallow yang rasanya tidak berkesan sama sekali, seperti Marshmallow bungkusan.







Iced Coffee Latte-nya cukup oke, namun tidak ada yang spesial.


Chocolate Heaven Cupcake-nya, rasanya lumayan. Namun aku lebih suka Cupcake yang bertekstur lebih lembut dan agak sedikit moist ketimbang yang terlalu flaky dan kering. Rasanya sih cukup enak, namun frosting-nya biasa saja, aku tidak dapat merasakan rasa khas cokelat yang bitter dan rich. Menurut aku sih (sorry) not recommended sama sekali.







Aku kurang tau apakah cupcake yang aku makan hari itu fresh atau tidak, atau mungkin lidahku yang terlalu tajam, tapi kalau dari deskripsi mereka seharusnya teksturnya gooey dan rasanya rich. Namun sayangnya aku tidak dapat merasakan keduanya.


Salted Caramel Cupcake, dari semua kue yang aku pesan, yang ini paling lumayan. Teksturnya sedikit lebih moist ketimbang yang Chocolate Heaven, rasanya pun lebih enak karena berasa ada caramel-nya. Tapi tetap saja kalau dibandingkan dengan harganya, agak kurang worth it.







Yang terakhir macaronnya, kami memesan dua rasa, rose dan yang satu lagi aku lupa. Jujur menurut aku biasa aja, malah lebih kearah kurang. Mungkin karena dulu aku sering bikin macaron untuk dijual di cafe - yang menurut aku lebih noticeable rasanya dan gak terlalu manis. Menurut aku macaronnya cuma berasa gula aja, agak menyesal pesan macaronnya. Tapi bisa jadi menurut orang lain oke sih, selera orang kan beda-beda yah. Bisa jadi rasa lain lebih oke juga


Awalnya mau pesan ini karena Mat belum pernah makan macaron, kebetulan ada di menu jadi kami coba pesan. Sayang sekali pertama kali dia nyobain macaron malah rasanya mengecewakan.


Menurut aku sih cafe ini lucu, lucu banget. Tapi jujur kue-kuenya biasa aja, aku gak tau sih kalau cake slice-nya. Maybe lain kali aku bisa mampir ke cabang mereka yang lain, di London juga sih, sekalian jalan-jalan dan nyobain kue potongnya. 


Kalau kalian mau mampir kesini dan cobain kue-kuenya boleh-boleh aja, siapa tau malah sesuai dengan selera kalian. Yang jelas menurut aku dan Mat, yang masih oke untuk dipesan itu Salted Caramel cupcake dan Hot Chocolate-nya.


Sebelum balik ke stasiun, aku foto-foto dulu di depan tokonya yang lucu abis! Mumpung sepi :)




berasa spring vibes banget yah disini :)



Bus kami akan berangkat kembali ke Birmingham pada jam 8.30, aku berencana untuk membeli makanan take away dulu yang praktis untuk di makan di bus. Kami meninggalkan Peggy Porschen pada jam 7.30, di jam itu masih terang seperti di foto di atas.


Dari cafe ini menuju stasiun jaraknya cukup dekat, bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Awalnya aku ingin membeli baguette untuk kami makan di bus, namun akhirnya memutuskan untuk beli chicken strip dan potato wedges dengan cheese. Kami sampai di Birmingham jam 11 malam, dan untuk menuju rumah kami harus naik bus dulu sekitar 30 menit dari city centre.







Setelah sampai di rumah, kami berdua kelelahan, terutama aku karena kondisi badan masih kurang fit. Namun karena besoknya weekend, aku bisa beristirahat beberapa hari sambil memulihkan stamina.


Yang jelas di saat aku menulis post ini, visa schengenku sudah sampai di rumah dan kami diberikan multiple visit untuk 6 bulan! Tidak sia-sia perjuangan menahan sakit saat apply visa. Senang sekali dan tidak sabar memulai petualangan yang baru bersama Mat.  :D



Love,


Comi

No comments: