Friday, June 21, 2019

PARIS ♥

Paris adalah destinasi (kota) impianku sejak aku mengenal fashion (Tokyo nomor 2). Saat itu aku masih SMA dan baru mengenal yang namanya internet. Aku jatuh cinta dengan fashion dan juga kota ini. Tidak disangka-sangka 17 tahun kemudian, akhirnya aku dapat mengunjungi negara ini dengan orang yang tidak disangka juga, yaitu suamiku Mat.







Berangkat ke Paris dari Inggris sangat mudah dan dekat. Dari Inggris ke Paris hanya membutuhkan waktu kurang lebih 1-2 jam saja dengan pesawat. Selain itu dapat menggunakan kereta yang melewati bawah laut juga.


Mat memutuskan untuk menggunakan pesawat supaya lebih mudah karena kami bisa langsung berangkat dari Birmingham ke Paris tanpa harus ke London dulu.





Kami berpergian ke Paris pada bulan Juni untuk bertemu dengan keluarga aku yang kebetulan juga sedang jalan-jalan di Eropa pada bulan tersebut. Mat sengaja menyesuaikan tanggal liburan kami ke Paris supaya dapat bertemu dengan mereka. Tadinya kami ingin ke Paris di bulan July di saat cuaca sudah lebih stabil yaitu saat musim panas, namun akhirnya kami mengganti jadwal kami supaya dapat bertemu dengan keluarga.



Akomodasi


Saat mencari penginapan, aku suggest ke Mat untuk menggunakan AirBnB. Aku suka sekali menggunakan AirBnB karena kami dapat tinggal seperti orang setempat dan merasakan hidup dalam lingkungan kota layaknya orang-orang yang tinggal di sana. Selain itu, kami dapat mencari lokasi yang lebih strategis untuk ditempati selama kami berjalan-jalan disana.


Kami menyewa flat yang memiliki 1 kamar lengkap dengan dapur dan kamar mandi yang terpisah. Lokasinya pun sangat strategis, di rue montmartre, dekat sekali dengan Museum Louvre dan Sacre Coeur.



karena gak sempet foto kamar alias kelupaan, nyomot dari ig story aja yah,
kira-kira seperti ini kamarnya ♥



Harga flat yang kami sewa lewat AirBnb per-malamnya €80. Untuk di convert ke kurs rupiah silakan menggunakan google yah. Hehe


Flat yang kami tempati ini berumur 150 tahun yang dimana menjadi nilai tersendiri bagi kami karena bangunan ini sudah sangat lama dan tidak berubah design-nya. Kesan vintage-nya kuat sekali, sangat kuno dan berkesan walaupun aku harus menaiki tangga yang berputar untuk ke lantai 5 selama kami di Paris.


Kami sampai di flat agak sedikit terlambat dari jadwal karena kereta dari bandara menuju kota delay sangat lama. Host flat kami sangat panik karena kami tidak dapat mengabarinya selama perjalanan, untungnya kami sampai dengan selamat walaupun sempat mencari-cari jalan cukup lama selama di stasiun.


Kami disambut oleh host yang sangat ramah, ia memberikan beberapa rekomendasi tempat yang dapat kami kunjungi untuk melihat-lihat, lalu beberapa toko untuk membeli bahan makanan selama di Paris dan juga beberapa toko pastry yang harus dikunjungi.




Palais Royal, berada di seberang museum Louvre, adalah monumen bersejarah yang menjadi tempat favorit bagi orang-orang lokal untuk menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan dengan keluarga, duduk di samping kolam air mancur, membaca buku sambil menikmati matahari dan lain-lainnya.



Setelah check in dan beristirahat sebentar, kami langsung berjalan menuju museum Louvre dengan melewati banyak tempat-tempat menarik dan bersejarah. Aku sangat jatuh cinta dengan arsitektur bangunan-bangunan di Paris, semuanya sangat cantik dan kental dengan pengaruh seni dari abad pertengahan seperti Gothic, bergerak ke Renaissance-Baroque, Belle Epoque dan juga pengaruh dari berbagai pergerakan seni sampai jaman modern-kontemporer. (ok ini lebih ke sejarah seni yah, so I'll stop here biar gak bosen)



Safety


Sebelum aku ke Paris, Mat sempat bercerita bahwa di Paris tidak terlalu aman untuk turis karena banyak pencopet dan pengemis. Dia pernah ke Paris 9 tahun lalu. Lalu aku research dan membaca pengalaman banyak orang, memang banyak sekali yang mengalami kecopetan dan tindakan yang agak mengkhawatirkan dari para imigran disana.


Aku memutuskan untuk tidak membawa dompet dan menyimpan semua barang berhargaku di dalam tas kecilku. Tas yang kupakai model cross-body yang cukup aman dan tidak mudah dijambret, di dalamnya ada kantong untuk tempat uang kertas dan uang koin. Perfect for me!


Selama di perjalanan aku juga sangat aware dengan sekitar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sempat ada kejadian yang cukup menegangkan dalam kereta di saat kami dari bandara menuju ke tengah kota, tapi syukurlah kami dapat menghindarinya.


Kalau ada yang tertarik aku bisa buatkan post mengenai tips untuk menghindari copet dan perampasan selama perjalananku di Paris.




Transportasi

Selama di Paris kami banyak berjalan kaki dan menggunakan kereta, tapi mostly dengan berjalan kaki jika jaraknya cukup dekat seperti dari flat kami menuju Louvre lalu ke Arc de Triomphe. 


Tiket kereta dapat dibeli di mesin tiket di dalam stasiun, cara pembeliannya cukup mudah jadi tidak perlu khawatir. Ada pilihan bahasa dalam bahasa inggris jika kamu tidak bisa bahasa prancis. Rata-rata orang di Paris berkomunikasi dengan bahasa prancis dan banyak yang tidak bisa berbahasa inggris, kalaupun mereka bisa biasanya mereka enggan menggunakan bahasa inggris.





Namun di pusat keramaian yang terdapat banyak turis, biasanya mereka dapat berkomunikasi sedikit dengan bahasa inggris dan rata-rata cukup friendly and helpful.




Makanan


Aku menyetok beberapa buah-buahan, yogurt dan telur untuk makan pagi. Kami juga membeli salad, ikan, daging ayam, beberapa baguette dan croissant. Waktu malam pertama aku memasak nasi karena kebetulan host kami menyediakan beras untuk dimasak. Mat hampir selalu harus makan nasi, jadi dengan menyiapkannya terlebih dahulu di hari pertama akan mempermudah disaat kami perlu makan nasi.





Salah satu contoh makan pagi kami selama di Paris, simple dan bergizi untuk memulai hari. Btw beberapa hal yang aku sukai kalau sarapan dulu sebelum berangkat; kalau kurang kenyang bisa nambah sendiri, bisa makan dengan santai dan tidak perlu mengantri (berdesak-desakan).



Alasan lain kenapa aku lebih suka makan di rumah (walaupun sedang liburan) daripada makan di luar adalah karena aku dan Mat (sebenarnya) tidak terlalu nyaman makan di luar. Aku tidak suka kalau makan harus buru-buru (karena aku harus mengunyah makanan sampai halus), aku jadi nervous kalau tempatnya berisik (banyak orang) dan aku tidak bisa bernapas jika banyak asap rokok. Maaf ribet TT_____TT


Kami juga tidak suka jika sering menghabiskan waktu untuk duduk dan makan di restoran selama berjalan-jalan karena buat kami itu menghabiskan waktu.


Kebanyakan orang akan skip breakfast jika sedang traveling, tapi bagi aku makan pagi itu sangat penting, jadi sebelum berpergian sebisa mungkin aku akan sarapan dulu. Ini perlu untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit dan tidak akan sakit selama di perjalanan.


Jika lapar selama di perjalanan (siang hari) kami memilih makanan yang cepat dan mudah dikonsumsi untuk menghemat waktu selama kami berjalan-jalan. Pokoknya tidak boleh sampai kelaparan atau skip makan.


Aku mencoba menjaga apa yang aku dan Mat konsumsi setiap hari, kalau bisa aku ingin make sure supaya nutrisi dan gizi kami tetap baik selama di perjalanan. Selain itu dengan menyiapkan makanan sendiri di flat ada kebahagiaan tersendiri, rasanya seperti sedang benar-benar tinggal di kota Paris, bukan hanya sedang singgah saja.


Aku juga membawa beberapa supplement untuk aku konsumsi selama di Paris untuk menjaga kondisi badanku.



Blueberry dan Strawberry asli yang ditanam di daerah Prancis, harganya cukup menngejutkan karena lebih mahal dari yang biasa aku beli di UK. Cococinelle (toko) ini rekomendasi dari host karena menurut dia buah-buahan di toko ini produksi lokal dan fresh dengan harga yang menurut dia reasonable. Kalau mau cobain buah-buahan asli sini bisa beli di toko ini juga yah.



Btw dengan menyiapkan makanan sendiri seperti breakfast/dinner, kita dapat menghemat pengeluaran. Jadi banyak sekali hal positifnya, kecuali kalau kamu malas memasak dan tidak mau ribet sama sekali, mungkin cara aku tidak cocok. Hehe


Sebelum ke Paris aku telah membuat list makanan apa saja yang ingin aku coba selama disana, tidak banyak sih.

1. Croissant
2. Baguette
3. Macaron
4. Madeleine
5. Tart/Cake
6. Crepes
7. French Yogurt
8. French-farmed fruit
9. Pain au Chocolat

Kenapa kebanyakan pastry? Karena kata banyak orang, pastry paling the best di Paris. Host kami juga menyarankan untuk mencoba pastry-pastry di Paris. Selama ini inspirasi aku baking adalah dari sana, jadi tentu saja aku ingin mencoba pastry-pastry di Paris supaya aku bisa belajar lebih banyak.



Tekstur croissant di PAUL (ini ada di Jakarta juga) yang menurut aku berbeda dengan yang ada di Jakarta. Croissant ini bukan yang terbaik yang telah aku coba di Paris, tapi tetap saja rasanya enak sekali.



Kalau Mat hanya ingin mencoba Escargot, sisanya ikut aku. LOL


Sebenarnya banyak makanan-makanan lainnya yang direkomendasikan orang untuk dicoba di Paris, namun list-list diatas adalah yang benar-benar ingin aku coba selama disana. 


Tidak menutup kemungkinan untuk mencoba makanan lain juga sih karena aku dan Mat sempat dinner waktu malam terakhir kami di Paris. Kami makan satu set course di area Montmartre dan kata Mat, dia tidak menyesal dengan keputusan mendadak kami karena semua yang disajikan sangat enak dan recommended. Nanti aku share yah mengenai ini di post-post selanjutnya.


Style setiap orang yang pergi traveling selalu berbeda-beda, kalau aku agak sedikit laid-back (kata Mat: sangat laid back). Aku suka tinggal agak lama di satu tempat dan berjalan kaki untuk eksplorasi kota sambil menikmati arsitektur dan observe life style orang-orang setempat. Menurut aku menarik dan aku dapat belajar sesuatu dari setiap perjalananku.





Biasanya aku membatasi waktuku di satu lokasi supaya tidak terlalu lama, karena aku bisa menghabiskan waktu yang sangat sangaatt lama untuk mengagumi dan observe tempat tertentu. Walaupun tetap termasuk terlalu santai, tapi untungnya suami tidak masalah dan malah menikmati juga perjalanan ini.


Di post ini aku tidak akan sharing semua cerita selama aku di Paris karena aku tidak ingin post-nya terlalu panjang. Jadi akan aku bagi dalam beberapa post yah.


Menurut aku, overall kota ini sangat romantis dan berseni, aku ingin sekali ke Paris lagi jika ada kesempatan di lain waktu untuk mengunjungi museum-museumnya dan beberapa tempat yang belum sempat kami kunjungi. Amin!

No comments: