Wednesday, August 01, 2018

MY WEDDING DAY STORY

Malam itu aku tidak bisa tidur sampai jam 4 pagi, bukannya nervous melainkan aku sedang meng-edit slide show yang akan diputar selama acara resepsi. Aku tidak khawatir, memang insomnia selalu menjadi teman malamku. Jadi jika ada sesuatu yang kulakukan seperti menyelesaikan slide show, aku merasa waktuku tidak terbuang dengan percuma.







Pagi itu akhirnya aku tertidur jam 4 setelah guling-gulingan terus menerus, lalu aku bangun di jam 5 untuk bersiap-siap mandi dan membereskan barang-barang aku yang berceceran di hotel. Aku sangat lelah namun aku tidak ingin ada barangku yang hilang.

Saat itu sudah jam 5.30, aku bingung kenapa di luar begitu hening dan tidak ada satu pun orang dari WO yang mengontak aku. Perlahan aku mencari Hp ku dan bertanya kepada Debbie kenapa tidak ada satupun orang yang stand by di luar kamarku. Beberapa saat kemudian semua berjalan dengan sangat cepat dan aku baru tau kalau MUA aku telat dan ia baru saja jalan menuju hotel dengan alasan tidak dapat grab karena ganjil genap.




Dalam hati aku berpikir, 'apakah masuk akal dengan alasan seperti itu di saat seperti ini? Today is my important day, how can you be late?'.


Aku jadi teringat sudah puluhan kali aku bekerja bersama dengan orang Jepang, baik di Indonesia maupun di Jepang. Dalam culture Jepang, telat itu adalah hal yang memalukan dan dapat dipecat, bahkan bisa berakibat buruk untuk karir mereka kedepannya. Pernah sekali dalam event besar ada seorang CEO yang telat karena agak sedikit lalai, lalu bos besar event tersebut marah besar dan CEO tersebut membungkuk meminta maaf berkali-kali namun setelah itu aku dengar ia diturun-pangkatkan, dipindahkan ke cabang lain.

Saat itu aku merasa kasihan, namun memang karena ketelatan itu, satu acara konser menjadi sedikit telat. Di Indonesia, budaya ngaret sudah sangat menjamur, bahkan disaat penting pun orang bisa saja telat karena telat selalu ditolerir dengan alasan macet. Karena alasan itulah terkadang aku malas datang ke event, aku selalu datang lebih cepat supaya tidak telat namun acara bisa berlangsung 1 jam kemudian karena blogger-blogger lain ngaret.


- - -


Yang membuat feeling aku semakin tidak beraturan adalah karena lokasi hotel aku menginap sangat jauh dan aku khawatir MUA tersebut nyasar di perjalanan. Debbie berusaha menenangkan aku lewat chat namun aku sulit melakukannya karena sudah lewat 5.30 tidak ada satupun tim wo yang ready di depan kamarku. Dalam hatiku bertanya 'bagaimana bisa tenang di saat seperti ini?'.





Aku tau Debbie mencoba menenangkan aku, namun perasaan aku sudah sangat tidak enak karena kurang tidur dan nervous. Apalagi aku tau make up pengantin itu membutuhkan waktu yang sangat lama, setelah itu bahkan ada prosesi foto-foto sebelum berangkat ke gereja.

Aku tiduran kembali sambil menahan panik di ranjang dan Mat keluar dari toilet karena ia khawatir mendengar teriakanku. Aku sangat stress karena aku tidak ingin hari pernikahanku menjadi kacau. Mungkin aku terlalu berlebihan? Tapi serius, gak mudah loh menolerir hal ini, apalagi di hari pernikahan yang cuma seumur hidup sekali.





Mood aku sangat jelek pagi itu, aku tidak bisa santai karena aku ingin semuanya berjalan dengan lancar. Di hari penting ini aku harus menyerahkan semua tanggung jawab kepada orang lain, aku tidak terbiasa. Aku terbiasa handle semuanya sendiri karena aku takut jika diserahkan ke orang lain maka akan kacau. Namun ada keterbatasan, tidak mungkin aku mengurus apapun lagi di hari ini. Mau tidak mau aku harus menyerahkan semuanya kepada WO dan vendor-vendor dengan harapan mereka akan bekerja dengan benar dan professional.

Walaupun sangat kesal, aku tidak ingin memperkeruh suasana dan tidak ingin memarahi siapapun, jadi lebih baik aku diam. Sebenarnya ketelatan ini mungkin saja karena WO pun tidak mengingatkan MUA aku saat subuh hari supaya dia tidak telat. Atau menelepon dia sejam sebelumnya untuk make sure dia sudah jalan. Jadi tidak bisa sepenuhnya menyalahkan vendor juga jika ada kelalaian karena semua sudah aku serahkan ke WO, seharusnya mereka mengkoordinasikan segalanya dengan lebih teliti.





Ingat yah guys, jika kalian menggunakan WO, jangan serta merta percaya walaupun mereka berkata-kata manis terus. Kalian tetap harus mengingatkan bahkan di jam-jam sebelumnya, karena namanya manusia bisa saja salah.

Aku ingat Debbie bilang tenang saja dan suruh aku matikan Hp. Untung saja aku tidak matikan Hp sehingga aku bisa mengingatkan mereka, seluruh tim WO pun datang telat, malahan yang paling pagi datang adalah vendor photography (ferysaputra).

Tapi mau bagaimanapun juga nasi sudah menjadi bubur, walaupun telat akhirnya MUA aku sampai juga pada pukul 6 lewat. Ia sangat panik karena telat dan buru-buru mempersiapkan segalanya untuk mulai proses make up aku. Dalam hati aku merasa lega walaupun aku masih sedikit kesal.




Aku benar-benar berharap make up akan cepat selesai, namun aku tau waktu tidak banyak. Bagiku, segala hal yang dilakukan secara terburu-buru tidak akan pernah maksimal. Seperti waktu aku kuliah design dulu, jika aku menunda-nunda sesuatu saat mengerjakan tugas, waktu yang seharusnya aku gunakan untuk berkreasi akan HILANG dan aku tidak akan punya cukup banyak waktu untuk melakukan yang terbaik.

Jujur ada banyak hal yang kurang aku sukai dari look aku untuk pemberkatan di gereja. Namun walaupun aku merasakan banyak kekecewaan pagi itu, banyak keluarga dan teman yang memberikan pujian sehingga aku menjadi lebih percaya diri.





Andaikan jika waktu masih cukup aku ingin sekali bisa mengubah sedikit bentuk rambutnya di bagian depan. Yang membuat aku super khawatir adalah moment ini hanyalah sekali, beauty shot pun hanyalah sekali. Jadi kalau kurang bagus pasti akan mengecewakan aku untuk seterusnya.


Saran aku hanyalah, ingatkan semua tim khusus untuk pengantin seperti MUA dan Designer (/Bridal) sebelum tidur, jangan percaya 100% kepada siapapun walaupun teman sendiri. Kesalahan aku hari itu adalah karena aku terlalu percaya kepada WO dan semua vendor yang terlibat sehingga banyak hal yang miss.







Proses Beauty Shot pagi itu berjalan dengan cukup lancar karena aku cukup mudah menyesuaikan diri dengan petunjuk photografer, namun karena ketelatan proses make up yang memakan waktu cukup lama, akhirnya seluruh keluarga aku jadi harus menunggu giliran untuk masuk, seperti Papa-Mama dan juga Mat.


Proses make up Vina berjalan cukup lancar karena MUA mereka sudah datang sejak pukul 5 pagi, jadi mereka sudah mulai 1 jam lebih cepat daripada aku. Thanks Ren sudah bela-belain datang 30 menit lebih cepat pagi itu!

Papa sudah agak khawatir kalau kami akan telat ke gereja atau akan terjadi kemacetan selama perjalanan, namun bagaimanapun juga kami tetap harus menyelesaikan proses photoshoot ini terlebih dahulu.



Calla Lily, bunga yang aku pilih untuk Holy Matrimony. Aku sangat menyukai bunga ini dan sengaja memilih bunga ini karena bunga ini memiliki simbol virginity, kesuburan dan kecantikan yang luar biasa.   :)


Untuk foto-foto lebih lengkapnya pas hari H dari di hotel sampai tempat resepsi, akan aku buatkan beberapa post yang terpisah yah yang isinya lebih ke photo story. Soalnya kalau di upload disini semua bakal terlalu berat, hehe.




Akhirnya bisa tersenyum dengan alami walaupun dari pagi bete terus, thanks banget sama tim photographer yang seru dan professional. Hasil fotonya juga bagus-bagus, gak nyesel milih vendor ini.



Setelah proses pemotretan kami selesai, kami cepat-cepat menuju gereja. Syukurlah jalanan sangat lancar, kami pun dapat sampai lebih cepat di tempat. Prosesi pagi hari tergolong lancar dan sukses. Aku hanya perlu memusatkan pikiran aku ke pemberkatan gereja untuk sementara dan tidak memikirkan hal yang lain dulu.

Walaupun banyak hal yang kurang memuaskan dari pagi, tapi aku ingin menikmati acara pemberkatan aku dan fokus pada janji setia kami. Kami (aku dan Mat) sampai tepat waktu di gereja dan itu ada hal yang bagus.





Ada beberapa teman baik aku yang datang ke pemberkatan; Pita, Caroline, Cece, Stella dan Juan. Maaf kalau gak bisa foto dengan kalian yah satu per satu karena setelah selesai pemberkatan, waktu sangat terbatas karena kami harus melanjutkan ke proses Catatan Sipil.












Proses pemberkatan aku berjalan dengan lancar dan aku senang sekali saat semuanya kelar siang itu. Pak Alfred Monim (pendeta kami) memberikan kotbah yang sangat bagus dan ia berpengaruh penting dalam proses pertumbuhan kami. Kami sangat menghargai beliau yang humble dan mengajarkan aku banyak hal mengenai Iman Kristiani.


bersama Pak Alfred dan Istri


Saat selesai proses foto-foto, seperti yang telah aku tulis diatas, kami harus langsung menuju tempat penandatanganan Catatan Sipil yang sudah diatur oleh Mat di ruangan gereja. Proses berjalan dengan cepat dan kami bisa langsung menuju ke hotel tempat dimana aku akan re-touch untuk acara malam hari.






Aku dan Mat makan siang di mobil, tadinya aku hanya minum Soy Latte saja karena itu yang aku butuhkan dari pagi. Namun asisten pengantin dari WO mendesak aku untuk makan supaya aku memiliki energy sampai malam nanti.


Saat di perjalanan aku punya feeling yang kurang enak dan aku bertanya kepada WO apakah MUA aku sudah ready di lokasi atau belum. Dari reaksi mereka aku mengetahui kalau mereka belum update dengan MUA aku sama sekali, aku sangat kesal. Aku tau mungkin mereka mempercayakan waktu kepada tiap-tiap vendor tapi kan tidak ada salahnya untuk mengingatkan semuanya 1 jam sebelumnya.


Kami sampai di ruangan hotel jam 2.15, pas sekali dengan jadwal! Seharusnya MUA aku sudah ready disana karena di jadwal tertulis jam make up aku dimulai pukul 2.30. Aku mulai panik karena tidak melihat MUA ku di kamar hotel.





Orang WO bilang kalau MUA aku salah jam dan dia mengira waktu make up di mulai jam 3.00, aku jujur sangat kecewa karena ia telat lagi. Tim Wo ngotot kalau mereka sudah mengingatkan MUA saat pagi hari kalau aku harus sudah mulai di make up jam 2.30, terserahlah aku sudah benar-benar kesal dengan semuanya saat itu.

Apapun alasannya, apapun profesinya, seharusnya semua vendor yang terlibat datang lebih cepat supaya tidak ada kelalaian dalam jadwal terencana di hari penting aku. Aku menjadi khawatir dengan vendor lainnya. Dalam hati aku tau, tidak ada yang sempurna.

Memang bisa saja ada yang mengalami kesulitan juga di perjalanan atau mungkin ia juga kelelahan, aku tidak menanyakan detailnya karena tidak ingin membahas itu dan mengganggu pace kerja MUA aku. Aku lebih baik diam saja dan tidak membahas hal tersebut lebih jauh lagi karena aku sangat mengantuk saat itu dan butuh istirahat. (aku cuma tidur 1 jam)

Sedangkan kebalikannya, MUA Vina dan Mama sudah berada di hotel sejak jam 2, fyi ia tinggal paling jauh dari lokasi tapi selalu on time. Aku sempat bertemu dengannya di lobby hotel dan ternyata ia sedang hamil! Congrats yah Ren!


Sebenarnya walaupun telat MUA aku mencoba menawarkan aksesoris rambut untuk digunakan Mamaku, Mertuaku dan juga Vina. Tadinya aku tidak ingin menerima namun aku pun tidak enak menolak niat baiknya.





Memang anaknya sebenarnya cukup perhatian dan berusaha mewujudkan makeup yang sesuai dengan keinginan aku (hanya saja waktunya tidak cukup karena ia telat, jadi banyak waktu terbuang percuma). Apalagi aku orangnya detail, beda eyeliner saja aku bisa minta dia mengulang.

Untuk acara malam, ia men-style rambut aku sesuai dengan contoh yang aku harapkan ditambah dengan bunga dan mutiara, cantik! Make up nya pun aku lebih suka yang malam karena aku benar-benar lebih detail untuk kali ini, aku tidak ingin kejadian pagi hari terulang. Walaupun banyak yang miss di hari itu dan beberapa kali aku protes mengenai make up yang kurang cocok, but Thanks yah Ser sudah membuat aku jadi cantik di hari penting aku :)





Proses make up aku di mulai jam 3 lewat, telat 30 menit dan ini mempengaruhi keseluruhan Run Down acara pada hari itu. Karena make up aku kelarnya telat 1 jam juga, akhirnya proses Teh Pai pun telat dan seluruh saudara menunggu 1 jam lebih di ruangan khusus teh pai. Aku merasa sangat-sangat tidak enak kepada semuanya. Namun aku berusaha untuk tetap tersenyum karena hari ini seharusnya menjadi hari bahagia aku.






Apapun yang terjadi hari itu, walaupun ada kekurangan atau ada tim yang telat, aku berusaha agar tetap tenang dan mengikuti acara dengan baik, berdoa supaya acara berjalan lancar sampai kelar.

Aku pun sebenarnya tidak begitu enak dengan MUA aku karena selama proses make up aku lebih banyak diam karena bete dan sangat mengantuk. Dan aku pun tidak ingin marah-marah atau ngedumel karena hanya akan memperkeruh suasana. Aku yakin mostly para perempuan akan bete juga kalau ada yang ngaret saat hari penting mereka.





Tapi Ladies ingat yah jika kalian mengalami hal seperti aku misalkan MUA kalian telat atau baju pengantin kalian telat diantar, jangan marah-marah. Aku merasa diam lebih baik daripada kita marah-marah atau menggerutu terus menerus. Karena emosi kita dapat mempengaruhi kerja seluruh tim juga, jadi ambil sikap tenang (diam) dan minum air untuk melegakan emosi kita.

Waktu pagi hari aku sudah minum 1 liter air dari aku bangun sampai proses make up selesai agar perasaan aku lebih tenang.






Proses tehpai berjalan dengan sangat cepat karena orang-orang WO mengejar waktu, kami sudah tidak sempat foto-foto keluarga dan gladi resik untuk acara malam di ruangan resepsi.

Keluarga pun makan dengan terburu-buru karena setelah acara tehpai jam sudah sangat mepet dengan proses di mulainya acara. Aku dengar hasil tim dekorasi sangat bagus, namun aku sedih sekali karena aku tidak sempat foto-foto dengan Mat sebelum acara di mulai.

Padahal aku ingin sekali foto dengan gaun malam yang aku buat di Ivy dengan dekorasi resepsi yang aku pilih untuk malam itu. Dalam hati aku sangat sedih, namun rasa kecewa aku terbayar saat melihat semua teman-teman aku yang hadir disana! Thanks for coming guys! :')


















Saat acara di mulai, aku dapat melihat hasil tim dekorasi yang sangat bagus di Wedding Gate kami. Melihat dekorasi yang begitu indah dan benar-benar sesuai dengan request aku, perasaan aku membaik dan senang. Aku tidak menyesal memilih Pisilia, thanks Dede!

Aku benar-benar menyerahkan semuanya kepada Dede dan hasilnya melebihi ekspetasi aku. Wedding cake nya pun aku suka banget! Benar-benar sesuai dengan request aku. Thanks Reni!






Banyak tamu yang bilang makanan-nya enak, hanya cepat sekali habis. Jujur saja, kami memesan sangat banyak untuk semua tamu malam itu. Aku tidak merekomendasikan Katering dan Gedung di S****n C*ty karena dari awal pembicaraan banyak sekali hal yang mereka ingin utak-atik seperti soal porsi atau piring makanan. Namun kami sudah terlanjur bayar jadi tidak mungkin kami cancel.

Banyak tamu yang bilang buah-buahan tidak di refill kembali dan banyak yang tidak kebagian. Padahal makanan yang kami pesan plus pondokan ada 3300 (tidak termasuk buah, es dan kue) dan tamu yang hadir ada 1200 orang, seharusnya sih menurut perhitungan cukup. Aku dengar dari tim, makanan sisa tidak terlalu banyak.


Sebagai pengantin aku minta maaf jika ada banyak hal-hal yang miss di luar kuasa kami seperti ketelatan acara, AC yang kurang dingin, makanan yang kurang ataupun untuk antrian yang panjang saat mengambil makanan.




_ _ _


Acara benar-benar kelar jam 10 setelah proses foto-foto dengan seluruh keluarga dan teman-teman diatas panggung. Aku minta maaf juga kepada teman-teman dan keluarga yang menunggu giliran foto yang terlalu lama. Karena undangan banyak sekali dan semua orang berebut ingin meminta foto.


Thanks yah untuk teman-teman yang sudah ikutan acara lempar bunga, aku senang sekali karena aku dapat melihat wajah kalian di foto ini.  :)





Walaupun ada banyak kekecewaan yang aku rasakan hari itu dari pagi sampai malam namun dekorasi, kue, bunga, semuanya begitu indah malam itu. Aku senang dan bersyukur karena proses pemberkatan dan resepsi semua tergolong cukup lancar dan sukses.


Malam itu aku dan Mat langsung istirahat, kami berdua merasa lega karena kami telah menyelesaikan acara pernikahan dengan baik (walaupun ada banyak yang miss). Namun setelah ini masih banyak yang harus kami lakukan seperti membuat pembukuan yang rinci, menyiapkan data-data untuk visa aku di UK, rencana hidup di UK dan juga hal-hal lainnya yang perlu kami selesaikan selama kami di Indonesia.


No comments: