Tuesday, August 02, 2022

My New Beginning (Hopefully)

Tanggal 29 lalu, aku baru saja menyelesaikan sebuah prosedur 'operasi' yang sangat aku takutkan selama ini. Sudah sejak aku di Inggris, aku selalu membayangkan datangnya hari ini. Hari di mana 'mungkin' aku bisa sembuh dari penyakit yang selama ini membelenggu jiwa dan fisikku.



Penyakit apakah itu? Maaf, aku masih belum siap menceritakannya, karena bagi diriku yang dulu penyakit ini adalah kecacatan yang sangat menghancurkan self-esteem penderitanya. Aku masih mencoba recovery tidak hanya dari segi fisik, namun juga kondisi mentalku yang belum stabil. 

Penyakit ini, adalah penyakit yang termasuk langka di Indonesia. 'Langka' karena tidak banyak orang yang mengetahuinya. 'Langka' karena dianggap tidak ada..


Selama bertahun-tahun aku berjuang sendirian menghadapi penyakit ini, dan selama itu juga diriku semakin hancur berkeping-keping. Hancur hingga aku selalu berharap lebih baik fisik dan jiwaku remuk saja menjadi debu sehingga aku tidak perlu hidup dengan penyakit ini lagi.


Penyakit ini bukanlah penyakit yang life-threatening seperti kanker maupun diabetes. Namun, penyakit ini adalah penyakit yang menghancurkan jiwa penderitanya, menginjak-injak harga diri si penderita dan membuat aku hidup dalam belenggu kebencian terhadap diriku sendiri. Membuatku hilang jati diri dan hilang harapan terhadap apapun. Apa bedanya dengan penyakit life-threatening? Bedanya, yang ini hanya tidak diakui dan tidak banyak yang tahu saja. Padahal, sama-sama dapat menyebabkan kematian walaupun caranya berbeda saja.. 


Walaupun telah melewati prosedur untuk penyembuhan, namun penyakit ini tidak bisa lantas sembuh dalam 1 hari. Butuh waktu berbulan-bulan bahkan mungkin bertahun-tahun untuk totally sembuh dari penyakit ini. Jika ada cara untuk bisa langsung sembuh tanpa melewati begitu banyak kecemasan dan ketakutan, tentu saja aku bersedia.


Bagiku, aku mengambil hikmahnya saja. Bahwa penyakit ini ternyata bisa disembuhkan dan sudah banyak yang sembuh dari penyakit ini. Aku berusaha percaya dan optimis bahwa aku pasti bisa sembuh 100%. Begitupula dengan kondisi mentalku, semoga dengan proses penyembuhan dan juga operasi yang telah aku lakukan adalah jawaban yang diberikan Tuhan atas doa-doa ku selama ini.


Maaf jika aku masih belum bisa cerita. Aku sangat ingin sekali cerita, karena aku yakin di luar sana banyak sekali yang mengalami penyakit yang sama denganku. Banyak sekali yang butuh bantuan dan informasi namun tidak tahu harus kemana. Banyak di antara mereka yang dihakimi, dipermalukan bahkan mengalami perlakuan yang traumatik hanya karena penyakit ini. Tuhan, berikanlah jawaban bagi mereka. 🙏🏻 


Dalam proses penyembuhan ini, aku harap kondisi mentalku akan jauh lebih baik sehingga jika tiba saatnya aku dapat sharing mengenai penyakitku ini dengan lebih percaya diri. Tujuannya hanya satu, agar dapat membantu orang-orang yang memiliki penyakit yang sama denganku. Bahwa ada harapan, ya, harapan itu ada dan tidak jauh dari kita. Kita hanya perlu memberanikan diri dan membiarkan orang lain (ahlinya) untuk menolong kita sembuh dari penyakit ini. 
















1 comment:

Anonymous said...

Semangattttt cici kuattt

Tips Untuk Mencari Pasangan Yang Cocok