Tuesday, July 10, 2018

PRE WEDDING SESSION IN JAPAN (1)

Dari dulu aku selalu punya perasaan yang spesial terhadap Jepang, mungkin karena sejak kecil aku suka sekali baca komik dan juga nonton Anime. Entah kenapa 1st impression aku saat melihat Sakura itu romantis, saat itu juga aku punya impian ingin melihat Sakura bersama dengan orang yang aku cintai. Hanya saja saat itu aku tidak pernah berpikir orang itu adalah calon suami ku karena menikah bukanlah impianku.




Saat memutuskan akan menikah dengan Mat, aku bilang ke dia kalau aku ingin foto pre-wed dengan latar belakang bunga Sakura dan bagaimana pendapat dia tentang itu. Mat tentu saja ingin membuat aku bahagia dan ia mengusahakan itu untukku.





Aku mulai mencari-cari photographer dari jauh-jauh hari. Kami memiliki budget yang terbatas dan kebetulan konsep foto yang aku inginkan itu bukan glamour, jadi aku tidak perlu menyewa gaun-gaun yang luar biasa beratnya. Secara personal, aku ingin konsep yang santai nemun tetap terlihat elegant dan intimate. Untuk fotonya aku suka yang terlihat 'dreamy' dan agak sedikit 'vintage', secara keseluruhan aku ingin foto-foto yang terlihat alami dan tidak dibuat-buat untuk terlihat keren atau mewah.





Akhirnya aku memutuskan untuk mencari photographer yang berdomisili di Jepang saja sehingga kami bisa menghemat biaya karena tidak perlu membelikan tiket dan hotel untuk seluruh kru foto. Maklum tight budget >__< . Aku lalu men-seleksi cukup banyak fotografer untuk menentukan style foto dan editing kesukaan aku sejak tahun kemarin.


Lalu keputusan-ku berakhir di Michael (cek instagram-nya disini) karena aku suka dengan style foto-nya yang dreamy dan natural. Di antara semua photographer yang aku hubungi, Michael merespon dengan sangat cepat dan aku sangat menghargai itu. Mengingat booking akan dilakukan via online, maka respon cepat akan sangat menolong kita dalam memutuskan sesuatu.





Aku booking waktu untuk 1 jam dengan Michael, untuk price list silakan langsung kontak sendiri yah orangnya. Tadinya aku ragu kami akan mendapatkan cukup banyak foto dalam waktu 1 jam, nyatanya kami mendapat banyak foto yang sangat memuaskan.


Untuk lokasi fotonya, Michael memberikan saran sesuai dengan request aku. Aku list beberapa tempat yang menurut aku cukup cocok untuk photoshoot dengan tema yang aku inginkan dan Michael yang merekomendasikan supaya waktunya efisien.




Untuk 30 menit pertama kami foto di Shinjuku Gyoen dan setelah itu Michael mengajak kami ke 1 gang untuk melanjutkan sesi foto. Di saat seperti ini, gaya kepemimpinan photographer akan sangat membantu karena hari itu kami bingung untuk memutuskan lokasi selanjutnya karena keterbatasan waktu.


So far aku sangat senang dan puas dengan hasil kerja Michael, rata-rata foto yang kami dapat bagus-bagus semua sehingga kami jadi bingung memilih foto-foto untuk di pajang Mini Gallery di hari pernikahan kami. Untuk kalian yang ingin melakukan photoshoot di Jepang bisa coba kontak Michael langsung ke Instagram-nya jika kalian juga cocok dengan style fotonya.





Tujuan aku sharing kali ini adalah supaya bagi kalian yang juga punya plan untuk foto pre-wed di Jepang, mungkin bisa mempertimbangkan cara seperti aku (dengan tidak booking kru foto dari Indo). Untuk make up aku tidak menyewa MUA, aku merasa make up ku yang biasa sudah cukup ok untuk di-foto haha lumayan kan bisa menghemat biaya untuk MUA juga XD


Kebetulan juga aku bisa bikin simple hair do sendiri, jadi lumayan menghemat banyak pengeluaran kita di Jepang. Kalian bisa belajar-belajar sendiri supaya terbiasa jika ingin semuanya kalian handle sendiri seperti aku. Memang sih agak ribet sedikit, tapi hasilnya bisa sesuai yang kita inginkan.





Mungkin dengan post ini kalian bisa mendapatkan inspirasi jika kalian juga ingin foto pre-wedding di Jepang. Bagi aku, foto-foto ini bisa menjadi kenang-kenangan yang indah di masa-masa tua kami dan mungkin saja dengan foto-foto ini banyak kenangan manis di Jepang yang akan selalu kami ingat bersama. Walaupun yang kami habiskan cukup banyak namun memories yang kami miliki lebih berharga daripada itu.

No comments: