Thursday, June 09, 2022

Menanggapi Kasus Bullying Kim Ga Ram

Le sserafim adalah girl group baru yang belakangan ini sedang aku ikuti karena ada Sakura Miyawaki dan Chaewon mantan anak iZone. Namun, image mereka jadi agak kurang baik karena ada skandal bullying yang terjadi pada salah satu membernya yaitu Kim Garam. 


Di sini aku hanya ingin beropini saja karena kasus ini sepertinya heboh sekali di media Indonesia dan kerap digoreng terus supaya semakin menjelekkan image Le sserafim dan terutama sangat menyudutkan Kim Garam..


Pertama, bullying itu salah dan aku salah satu korban bully waktu jaman SD. Saat itu, di kelas hanya ada beberapa murid keturunan tionghoa dan aku salah satunya. Aku naik aksel kelas karena nilaiku bagus sehingga aku menjadi yang paling muda di kelas itu. 

Entah kenapa, mereka mulai membully aku saat itu, padahal yang aku lakukan hanya belajar. Yang mereka lakukan sangat keterlaluan; mulai dari bukuku di robek, peralatan tulisku dirusak, tasku digunting, dan masih banyak lagi sampai aku sempat tidak mau masuk sekolah dan berpikir untuk apa aku hidup? Namun, aku tidak bilang ke orang tua karena tidak ingin merepotkan mereka. Aku hanya diam sampai aku naik kelas dan berpisah dengan mereka. Selain di kelas, masih banyak lagi kejadian aku di bully saat kecil yang sangat bikin trauma.

Di sini, aku bukan team pembenci Garam tapi juga bukan pembela dia. Di sini aku memilih netral walaupun banyak bukti-bukti yang sebenarnya menurut aku tidak 100% terlihat nyata. 

Garam belum 100% terbukti bersalah. Aku baru akan percaya saat pengadilan memang memutuskan dia lah yang bersalah karena HYBE juga ada claim sesuatu yang cukup masuk logika. Menurut aku, jika 100% Garam yang bersalah, sangat bodoh sekali jika HYBE membela Kim Garam karena ini akan berpengaruh besar terhadap image perusahaan mereka.

Kenapa aku tidak benci Kim Garam padahal aku pernah di bully juga? Karena semua orang pernah melakukan kesalahan. Saat ini, aku sudah tidak membenci teman-teman sekolah yang pernah jahat sama aku karena aku sudah move-on. Aku juga bukannya orang suci yang tidak pernah berbuat salah, jadi aku maafkan mereka. Bagiku, biarkan Tuhan yang menjadi hakimnya.

Seandainya Garam benar-benar salah 100% dan perbuatannya sangat tidak manusiawi, maka dia akan menerima ganjarannya sendiri karena aku sangat yakin orang yang jahat dengan orang lain pasti akan kena karmanya. Lagipula, kasus ini sudah begitu besar jadi aku rasa beban sosial yang akan dia terima akan lebih besar lagi. Ke depannya dia pasti tidak mungkin jadi idol lagi, bahkan mungkin jika ia akan bekerja biasa pun akan sulit karena semua orang pasti ingat skandalnya.

Namun, jika Garam tidak benar-benar bersalah 100% maka ia kasihan sekali.. Jika seandainya claim HYBE benar adanya maka yang Garam lakukan hanya untuk membela temannya yang kena scam oleh Yun Seo. Aku jika menjadi Garam mungkin juga akan membela temanku dan memarahi si Yun Seo jika dia jahat dengan teman yang lain karena pada dasarnya aku tidak suka ketidakadilan.

Bagaimana jika seandainya Yun Seo dendam dengan Garam sehingga ingin membuat dia hancur? Bisa saja kan..

Secara kualitas, Garam memang cocok menjadi seorang idol. Ia bisa menyanyi, menari, memiliki ekspresi yang bagus dan juga wajahnya unik. Aku yakin ia pasti sudah berlatih dengan keras untuk impiannya menjadi seorang idol. Umurnya masih muda dan hidupnya masih panjang, sangat tidak adil untuknya jika hidupnya harus hancur di usia muda.

Sebagai korban bullying, aku di diagnosa PTSD, depresi juga kecemasan akut. Namun, aku tidak mau hidup di masa lalu dengan memory orang-orang yang pernah menyakitiku. Untuk apa? Aku harus menjadi lebih baik dan lebih baik lagi sebagai manusia. Aku ingin memiliki hidup yang bahagia dan menjalani hidupku dengan sebaik mungkin. Itu sangat sulit dan tidak mudah loh, namun aku rasa semua korban bullying harus menjalani terapi dan bangkit untuk menjalani kehidupan yang diberikan Tuhan ini dengan sebaik mungkin.

Sebagai orang yang 'percaya', aku yakin Tuhan pasti punya rencana mengapa aku mengalami masa kecil yang sangat suram dan traumatik. Mungkin, Tuhan ingin menempa aku untuk menjadi lebih kuat sehingga aku dapat melakukan hal-hal besar dan dapat berguna untuk banyak orang.

Di sini, membalas dendam seperti yang dilakukan Yun Seo menurut aku juga tidak ada gunanya. Seandainya Kim Garam sungguhan jahat, apakah yang ia lakukan bisa menyembuhkan traumanya? Tidak sama sekali. Balas dendam tidak ada gunanya, malah hanya akan menimbulkan trauma dan dendam lainnya.

Bagiku, cukup sampai di situ, aku tidak ingin menjadi pembully juga karena aku tau rasanya di bully itu seperti apa. Netizen yang berlindung dibalik akun palsu sangat berani menghakimi orang lain dan merasa yang paling benar. Sepertinya agak sedikit hipokrit karena tidak ada seorang manusia pun yang lepas dari dosa.. :)



Tidak ada seorang pun yang pantas di bully. Apalagi Kim Garam di bully dan dihina orang dari seluruh dunia di social media. Kasihan sekali...

Aku bersimpati dengannya namun aku tidak membela dia. Di sini aku hanya ingin memberikan pandangan lain mengenai kasus Kim Garam. Pandangan dari seorang korban bully juga yang meninggalkan trauma yang sangat mendalam di aku sehingga membuat mentalku sering tidak stabil. Apalagi, aku tidak mendapat dukungan dari keluarga karena hal ini aku sembunyikan. Walaupun begitu, aku tau keluargaku semua sayang kepadaku. Karena itu, aku ingin menjadi orang yang lebih kuat dengan bisa memaafkan.

Semoga kejelasan atas kasus Kim Garam dapat segera terkuak entah dia bersalah atau tidak, mentalnya pasti sangat terguncang saat ini (kecuali dia seorang psikopat).

Jika Kim Garam bersalah, aku berharap ia dapat meminta maaf kepada korbannya dengan hati yang tulus, karena permintaan maaf dari pembully itu akan sangat berarti untuk korban bullyingnya. Walaupun aku tidak pernah mendapatkannya, namun hatiku telah memaafkan.

No comments:

Tips Untuk Mencari Pasangan Yang Cocok