Saturday, April 20, 2019

Balada Landlord

Sesuai dengan janji aku di IG story, kali ini aku ingin share 'keanehan' landlord aku di UK/Inggirs. Dari banyak artikel-artikel yang aku baca, ternyata bukan hal yang jarang terjadi kasus-kasus aneh yang dilakukan landlord di UK. Nah semoga dengan sharing aku kali ini kalian jadi lebih hati-hati mencari tempat tinggal jika berencana stay di sini. 


Kira-kira 2 setengah bulan lagi aku harus pindah tempat tinggal, dan sampai saat ini aku dan Mat belum benar-benar menemukan tempat tinggal yang ideal untuk kami berdua. Sebenarnya aku dan Mat sudah lumayan betah tinggal di flat kita sekarang. Namun, kenyamanan kami tidak dapat bertahan sampai setahun karena landlord kami agak sedikit 'aneh'.








Jadi di bulan-bulan awal kami pindah, aku sering sekali kaget di dalam rumah sendiri. Si landlord suka mendadak mampir ke rumah tanpa notification terlebih dahulu, kadang-kadang dia bisa muncul sendiri entah dari mana, tahu-tahu sudah berada di halaman belakang rumah.


Alasan dia banyak, namun awalnya karena lagi inspeksi keran, keran di rumah suka bunyi "ngiiiiiiiingggg" gitu dan cukup mengganggu.


Di dalam rumah-rumah di UK, selalu ada 2 keran, air panas dan air biasa. Keran dari air panas tidak boleh diminum, tapi kalau dari keran yang air biasa bisa diminum. Keran air panas di tempat kami setelah digunakan selalu mengeluarkan bunyi yang mengganggu, kami berdua sih lama-lama jadi agak biasa karena entah mengapa kedatangan landlord yang selalu mendadak lebih mengganggu.


Masalahnya kadang si landlord gak bilang dulu kalau dia mau datang, secara legal dia bisa kena fine (denda) kalau dia suka sembarangan datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Kami tau sih ini memang rumah dia, tapi kan sebagai orang yang menyewa dan sedang tinggal di sini, kami berdua merasa sangat terganggu kalau mendadak dia suka nongol dan masuk rumah.


Pernah beberapa kali saat aku lagi tenang sendirian di rumah, dia suka gedor-gedor rumah terus minta air buat menyiram tanaman atau ngepel lorong di rumah. Selain itu, dia pernah lewat jendela buka keran sendiri dan ngambil air untuk ember dia. 





Jujur aku sering banget kaget karena aku orangnya panikan dan kagetan banget kalau ada orang nongol mendadak. Aku sensitif banget sama bunyi dan benda-benda yang bergerak, jadi aku selalu tau kalau dia diam-diam datang. Apalagi si landlord suka senyum-senyum gak jelas sendiri, makin bikin takut. lol


Pernah juga di saat aku sedang foto-foto makanan dekat jendela, aku super kaget lihat ada orang di kebun belakang rumah lagi entah mengeruk apa. Ternyata si landlord ini sedang di belakang, saat mata kita bertemu, dia hanya nyengir dan memberi jempol (pardon???). Habis itu dia mendadak hilang entah kemana. Aku sampai mikir apa aku halusinasi saking sensitifnya, lama-lama jadi ada perasaan takut di tempat tinggal sendiri.






Sebenarnya semua tingkah laku dia sudah melanggar aturan-aturan yang harus dipatuhi sebagai landlord. Kalau kami laporkan, dia bisa kena masalah. Namun karena kami masih tinggal di sini, kami tidak ingin ada masalah dengan dia. Selain itu, landlord juga memegang uang deposit kami yang jumlahnya cukup besar. Kami tidak ingin jika akan timbul masalah saat pengembalian uang deposit kami nanti.


Jadi intinya yah, disabar-sabarin aja.


Mat beberapa kali menanyakan mengenai perpanjangan kontrak yang tidak pernah dijawab sama si Landlord. Malahan dia nanya ke kami batas akhir penyewaan kami sampai kapan, setelah itu dia menghilang. Sampai suatu hari dia membalas message Mat yang isinya mengatakan bahwa flat kami sudah disewa oleh orang lain. WHATTTTTTT????????







Yang lebih anehnya lagi saat berhadapan langsung dia bilang kalau Mat tidak pernah menanyakan hal ini sama dia. Errr? Hello? Padahal kami punya bukti percakapannya.


Lalu dia menambahkan kalau orang yang akan menempati tempat kami sudah membayar uang deposit, jadi kami sudah tidak bisa perpanjang lagi. Wth?







Jujur aku bingung, kok tidak ada etika sama sekali. Memang sih aku tidak pernah punya pengalaman menyewa rumah, jadi aku tidak tau apakah hal-hal seperti itu sering terjadi atau tidak. Rumah ini memang rumah dia, jadi memang hak dia ingin menyewakan ke siapa. Namun tetap saja menurutku tidak etis. Apalagi Mat sudah beberapa kali menanyakan hal ini ke dia, berarti dia dengan sengaja melakukan hal ini kepada kami.


Kami sempat minta bantuan kepada agency juga tidak dibantu, si landlord malah beralasan kami tidak bertanya soal perpanjangan jadi dia menyewakan ke orang lain.







Padahal dari awal kami setengah dikibulin sama landlord ini. Di kontrak tertulis kalau uang sewa kami itu sudah termasuk biaya internet. Sebelum tekan kontrak pun Mat sudah memastikan mengenai hal ini ke agency berkali-kali. Namun, waktu kami baru sampai, kami bingung mengapa internet belum dipasang dan bertanya ke landlord. 


Dia bilang internet harus kami urus sendiri dan itu bukan urusan dia. ??????????






Mat mengatakan kalau hal tersebut ada di kontrak, namun si landlord seperti pura-pura budek. Dia tetap ngotot tidak ada di kontrak dan dia tidak merasa memberikan harga sewa kami termasuk dengan biaya internet. Padahal, obviously ada di kontrak. Kami berdua kecewa sekali dan kami malas ribut, ya sudah soal internet kami coba lupakan saja. Kami takut jika terus menerus mengungkit kasus ini, si landlord akan mengusir kami keluar seenak dia.


Apalagi kami berdua bukan orang sini, jadi si landlord semakin berani menekan. Nasib orang pendatang...







Saat ini kami sedang berusaha mencari tempat tinggal baru untuk 1 tahun kedepan, tidak mudah mencari tempat tinggal. Kami berdua tidak suka tinggal di apartemen karena kecil dan sempit, jadi kami sedang berusaha mencari flat/rumah yang nyaman untuk kami tempati. Kalau bisa sih ada tamannya.


Semoga saja disaat akhir kontrak nanti tidak ada masalah dengan landlord yang sekarang, karena jujur aku dan Mat sudah enggan sekali berurusan dengan dia.

No comments: