Tuesday, August 07, 2018

HOLY MATRIMONY

Pemberkatan nikah adalah salah satu moment penting di hari bahagia aku dan Mat. Banyak sekali kesulitan yang kami alami dan tekanan yang aku rasakan sebagai orang non kristen sebelum hari pernikahan kami. Kami melakukan pemberkatan di gereja Mat yang berbadan GKI, dimana pernikahan beda agama dapat dilakukan dengan 3 syarat. Untuk syarat-syarat tersebut mungkin dapat kalian search sendiri di google yah.










Mungkin banyak orang bertanya-tanya, kenapa ci Comi tidak pindah Kristen saja ikut suami? Aku hanya bisa menjawab, Iman adalah hal yang sangat misterius dan personal, tidak dapat dipaksakan. Aku bukan pribadi yang mudah ikut-ikutan atau dapat dengan cepat mengganti kepercayaanku hanya dalam kedipan mata saja.


Aku yakin jika memang semua ini sudah direncanakan Tuhan, maka proses ini adalah proses pertumbuhan diriku dalam mencari kebenaran. Proses yang sangat personal antara aku dan Tuhan, tidak akan instant dan tidak dapat diganggu pihak manapun.










Bagaimana pendapat Mat? Dari awal tidak pernah ada satu pun hal yang aku tutupi darinya, termasuk mengenai Iman dan hal spiritual. Sudah kami bicarakan dengan jelas dari awal, jadi kami berdua telah berjalan bersama bahkan di hari aku jadian dengannya. Mat pun orang yang memiliki tingkat intelektualitas yang cukup tinggi, ia pun open minded, sehingga tidak sulit bagi kami berdua untuk berkomunikasi.


Setiap orang memiliki karakter-nya masing-masing. Aku dari kecil adalah anak yang selalu mempertanyakan segala sesuatu yang ada di dunia ini dan tidak bisa dipaksa, karena itulah aku selalu dianggap sebagai si biang masalah. Bagi beberapa orang, anak kecil yang terlalu banyak bicara atau bertanya akan dianggap kurang ajar atau 'aneh' atau 'sok pintar'.


Yang aku alami semasa kanak-kanak mungkin tergolong keras secara mental sehingga membuat aku memiliki karakter yang keras juga dan tidak mudah tergoyahkan. Aku mungkin adalah orang yang punya pendirian; contoh adalah seperti hal mengenai 'virginity' yang sudah aku putuskan sejak remaja akan aku pertahankan, tetap aku pegang sebelum menikah.


Ini juga yang aku bawa dalam Iman, setiap informasi yang aku dapatkan, yang di klaim orang fakta atau kebenaran, aku tidak dapat serta merta percaya. Apalagi Iman bukanlah hal yang hitam putih, atau hal yang dapat dengan mudah diikuti (dalam hal ini ikut-ikutan dengan embel-embel keselamatan atau kemakmuran).








Dalam upacara pemberkatan gereja ini adik-adik kandung Papa aku dan beberapa keluarga Mat pun turut hadir menyaksikan moment suci ini. Kami sangat menghargai kehadiran mereka.






Aku sendiri tidak pernah menolak diberkati secara Kristiani, karena bagiku pemberkatan dari Tuhan adalah hal yang luar biasa. Ada rasa haru dan syukur yang aku rasakan hari itu, karena di hadapan Tuhan kami resmi sebagai suami istri.


Di hari tersebut juga, tanggal 22 July 2018 kami resmi diakui sebagai suami istri, juga di depan konstitusi agama, di depan keluarga, teman dan juga jemaat gereja. Aku tidak pernah menyangka di detik ini, saat aku mengetik blog ini, aku adalah istri dari suamiku, suami yang aku pilih sendiri untuk hidup bersama nya selama-lamanya.












Acara berlangsung diiringi oleh J-Yes Orchestra yang dulu dibentuk oleh Mat di tahun 2010 dan ditinggalkan olehnya karena ia studi S2 di Jerman. Kami berdua merasa sangat berterima kasih dengan iringan musik dan vokal yang sangat indah oleh mereka, semoga bisa terus membangun gereja dengan musik-musik yang indah tersebut.


Hari itu kami diberkati oleh Pak Pendeta Alfred Monim yang sangat kami hormati. Beliau adalah sosok Kristen yang sangat berbeda dengan yang selama ini aku kenal dan temui, ia begitu penuh kasih, kesabaran dan sangat rendah hati. Dengan beliau, aku belajar banyak mengenai konsep Kristen dan seperti apakah Kristen sesungguhnya.


You truly opened my eyes, thanks Mr. Alfred.  :)






Siang itu kami berdua mengatakan janji setia di hadapan semua orang yang hadir dan tentu saja di hadapan Tuhan. Kami berdua berjanji sesuai dengan ikrar yang kami bacakan dari buku kecil yang di siapkan gereja, dari hati kami yang terdalam dan dengan segala kerendahan hati kami untuk hidup bersama sebagai suami istri.








Pak Alfred pun memberikan kotbah yang sangat meaningful bagi kami, yang muda, yang tua dan juga semua pasangan suami istri yang berada disana. Kami belajar banyak bagaimanakah sosok suami dan istri yang baik menurut Tuhan, bukan hanya sebagai pribadi tapi juga sikap yang seharusnya kami miliki dalam rumah tangga menurut fungsinya masing-masing.


Kami berdua punya harapan supaya kami dapat memiliki hidup yang penuh passion dan berguna bagi orang di sekitar kami, semoga Tuhan dapat menuntun hidup kami dan terus mengawali pertumbuhan kami berdua dalam kehidupan jasmani dan rohani.






Saya sendiri pun bersyukur karena banyak hal persiapan pemberkatan dibantu oleh orang-orang gereja, salah satunya adalah dekorasi. Pemberkatan kami dimulai jam 12 dan selesai jam 01.20 belum dengan prosesi Catatan Sipil.


Untuk prosesi Catatan Sipil, Mat mengontak orang yang direkomendasikan gereja dan mengatur sendiri pertemuan dengan orang yang berwewenang di gereja. Kami sempat kelimpungan saat mengurus dokumen-dokumen untuk catatan sipil karena kami berdua tidak diberitahu apa saja yang harus kami siapkan, bahkan aku sampai harus meminta sekali lagi surat ke kelurahan.


Kami mengurus semua dokumennya dengan terburu-buru namun untung saja semua dapat kelar dengan baik sebelum hari pemberkatan sehingga semuanya lancar pada hari H.


Untuk saat ini semua proses Catatan Sipil harus berada dalam naungan badan agama, untuk kami ya gereja. Jadi jika kalian ingin menikah, pertama-tama harus bertanya dulu kepada tempat ibadah kalian dimana kalian akan melangsungkan upacara pemberkatan, lalu setelah itu mereka akan memandu kalian ke proses selanjutnya.










Walaupun acara pemberkatan gereja agak sedikit lewat jadwal, namun proses pencatatan sipil berlangsung dengan cepat sehingga kami dapat sampai tepat waktu di tempat resepsi kami. Hari itu pun jalanan sangat lancar, kami sangat berterima kasih kepada Tuhan karena proses pemberkatan kami dilancarkan walaupun sempat terjadi ketelatan oleh beberapa vendor yang terlibat.


Hari pernikahan adalah hari yang sangat penting bagi kedua calon pengantin karena hari itu adalah hari dimana mereka akan diberkati oleh Tuhan menjadi sepasang suami dan istri. Hari dimana tidak akan ada lagi pernikahan yang kedua, oleh karena itu menjadi hari yang sangat spesial dan kudus, hari yang sangat ekslusif.

Karena itu jika kalian adalah salah satu vendor-vendor yang ber-profesi untuk mendukung suksesnya hari pernikahan orang lain, bertanggung - jawablah, berikan yang terbaik, karena selain uang yang kalian dapatkan, perasaan saat membahagiakan orang lain atas kerja keras kita juga adalah salah satu kebahagiaan yang dapat kita miliki dan syukuri dalam hidup.

Am I right? :)









Saat pemasangan cincin ada kejadian yang lucu karena cincin Mat ukurannya pas sekali dengan jari manis-nya sehingga saat memakaikan cincin nikah ke jari-nya aku mengalami kesulitan dan butuh dibantu Mat. Kami berdua panik karena sudah lewat beberapa menit dan aku masih gagal mendorong cincin tersebut masuk karena tulang jari Mat terlalu lebar.


Akhirnya semua orang tertawa karena melihat kami berdua panik karena cincin Mat tidak bisa masuk, namun setelah beberapa menit akhirnya berhasil juga!












Bagian dari pemberkatan yang sangat mengharukan bagi kami adalah saat perhargaan ke orang tua yang sudah membesarkan kami berdua, di titik ini kami dapat mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua dan juga mengatakan betapa sayangnya kami kepada mereka.


Aku sudah mulai menangis saat berhadapan dengan Mama Mat, karena moment itu memang sangat mengharukan dan aku dapat merasakan kasih orang tua kami berdua disana yang melihat kami dan dengan sungguh-sungguh mendoakan kebahagiaan kami berdua.










Tangisanku meledak saat menghadapi kedua orang tua ku, ada kesedihan yang sangat mendalam merasuk ke jiwa ku. Karena selama ini aku selalu dilindungi oleh mereka berdua, mereka adalah sosok yang selalu memberikan segalanya yang terbaik untuk anak mereka. Papa dan Mama adalah sosok pekerja keras dan bertanggung jawab, dari mereka lah aku belajar tentang kasih dan tanggung jawab dalam keluarga.


Papa selalu memberikan apa saja demi kenyamanan, keamanan dan kebahagiaan aku, Mama selalu mendengarkan cerita aku, menasehati aku dan mendukung impianku walaupun terkadang ia tak mengerti jalan pikiranku.


Dari Papa lah aku belajar mengenai kerja keras, tanggung jawab dan perjuangan serta pengorbanan untuk keluarga, dari Mama lah aku belajar bagaimana mengalah, bersabar dan menjadi istri, ipar, menantu; sekaligus ibu yang tanpa pamrih.


Aku hanya ingin mereka tahu, bagaimanapun bedanya jalan pikiranku dan tujuan hidupku dari mereka, aku tidak akan pernah melupakan jasa mereka. Aku belajar banyak hal-hal baik dari mereka, baik moral maupun etika di kehidupan. Dibalik ketidaksempurnaan dan kelemahan kedua orang tua ku, mereka akan selalu menjadi orang tua yang aku banggakan. Always.








Walaupun aku sangat bahagia dan menantikan kehidupan baru ku dengan Mat, namun hatiku sangat berat meninggalkan kedua orang tua ku. Saat itulah aku sadar bahwa sudah saat nya aku meninggalkan mereka dan mendedikasikan hidup ku sebagai istri Mat, aku sudah punya keluarga sendiri dan sudah berstatus sebagai istri.


Sebelumnya selalu banyak ketakutan dan keraguan di hatiku, namun saat itu aku benar-benar merasa selama ini hidupku sudah diatur oleh Tuhan dan indah pada waktunya. Aku bertemu dengan Mat dan semuanya berubah, lalu ternyata kami telah menikah! It feels incredible, until now..










Setelah moment mengharukan tersebut kami semua berdoa dan melanjutkan acara pemberkatan ke sambutan dari majelis dan juga Papa Mat yang mewakili semua mengucapkan terima kasih kepada gereja, juga kepada Pak Alfred atas kebaikan hatinya yang mau menuntun kami dan memberkati pernikahan kami berdua.








Acara pemberkatan ditutup dengan foto-foto dengan keluarga dan setelah itu dilanjutkan ke Catatan Sipil yang disaksikan oleh seluruh anggota keluarga inti. Proses berlangsung cepat dengan penjelasan terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan proses penandatanganan oleh para orang tua dan saksi.






Aku dan Mat senang sekali karena pemberkatan kami dapat berlangsung dengan lancar, baik dan tanpa gangguan. Selain itu, hal-hal yang tadinya kami khawatirkan pun lewat begitu saja dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Aku juga sangat senang melihat beberapa teman baik aku yang aku kenal dari kuliah maupun teman yang aku kenal dari blog dan job. Stella harus langsung ke bandara untuk terbang ke Jepang lagi hari itu dan Juan sengaja balik dari Melbourne untuk menghadiri acara pernikahan aku, jujur aku tidak menyangka ia akan hadir di upacara pemberkatanku.


Senang rasanya mereka turut hadir melihat proses pemberkatanku yang berlangsung hari itu. I really appreciate it guys! Thanks a lot  :)






Berikut adalah video SDE (Same Day Edit) yang di-garap oleh vendor photography-videography yang telah aku pilih untuk hari pernikahan aku dari Fery Saputra. Semua hasil foto aku saat hari H dari pagi sampai malam adalah hasil kerja dari tim Fery.






Sampai saat ini aku masih menunggu 400 files yang telah aku pilih untuk di-edit dan semua files original nya. Bukan kenapa, waktu ku di Indonesia hanyalah tinggal beberapa minggu lagi. Aku tau meng-edit photo dan video memerlukan waktu yang tidak sebentar, namun aku tetap harus memburu-buru mereka untuk mendapatkan semua files nya sebelum aku pergi.


Aku sangat berharap supaya bisa mendapatkan semua files-nya 1 minggu sebelum aku berangkat ke UK, karena aku sudah ditugasi orang tua untuk print beberapa foto untuk dokumentasi mereka.

No comments: