Saturday, July 14, 2018

PRE WEDDING SESSION IN JAPAN (2)

Serupa dengan post aku sebelumnya, kali ini aku masih membahas tentang pre wedding session aku di Jepang. Nah untuk sesi yang kali ini, aku dan Mat sangat bersyukur dengan kebaikan Tuhan karena kali ini kami hampir saja tidak melakukan photoshoot karena sikap seorang photographer yang jujur saja kurang professional.






Aku tidak akan menceritakan hal ini secara detail karena aku tidak ingin terkesan memojokan dia, aku pun tidak akan menyebut namanya. Walaupun apa yang dia lakukan berdampak sangat buruk ke plan aku dan tentu saja moment penting aku seuumur hidup.


Faktanya, malam itu kira-kira jam 9 di Tokyo, photographer yang sudah aku book dari beberapa bulan lalu membuat drama yang dimana akhirnya membuat aku membatalkan sesi foto tersebut karena mendadak ia menaikkan harga yang tadinya telah kita sepakati. Aku sangat tidak suka dengan cara photographer ini membuat-buat alasan (aku masih ada arsip chat dengan dia), tadinya aku sangat kesal dan frustasi karena ini adalah photoshoot yang sangat penting dalam hidupku..

Aku hampir saja ingin posting semua percakapan kami di WA karena terbawa emosi dan sangat sedih, tapi aku mengurungkan niatku karena aku tidak suka jika ada konflik untuk kedepannya.


Akhirnya aku mengambil inisiatif dengan membatalkan photoshoot tersebut saja karena hal semakin berbelit-belit. Yes, aku membatalkan photoshoot yang sudah aku rencanakan dari setahun yang lalu karena aku sudah tidak mau ada urusan dengan orang itu. Aku tau dia tidak mau disalahkan, ya sudah biar aku saja yang membatalkan sesi tersebut.. walaupun sangat berat untukku. :(

Lagipula, attitude photographer tersebut sudah kurang baik, aku khawatir jika dipaksakan pun hasilnya tidak akan maksimal.

Aku menyudahi percakapan dengan niatan dan sikap yang baik dengan photographer tersebut, aku tidak mau ribut walaupun sebenarnya aku sangat sedih dan emosi. Aku jujur benar-benar heran, but I wish him the best in life tho.


Bayangkan jika kalian ada di posisi aku? Aku jamin pasti bete banget. Rasanya benar-benar tidak berdaya saat itu.. hopeless..


Mat sangat sedih melihat kondisi aku saat itu, tapi mendadak saja aku teringat sesuatu. Jujur aku sangat tidak enak karena hal ini sangat mendadak. Namun saat itu aku tidak punya pilihan lain, semua demi foto impian dengan Kimono yang sudah aku rencanakan dari tahun lalu.






Aku teringat teman Mat yang sedang berada di Tokyo, ia juga seorang photographer dan aku meminta Mat untuk bertanya apakah temannya sempat dan bersedia untuk menolong kita foto esok hari. Kenapa harus esok harinya? Karena aku sudah booking Kimono untuk tanggal tersebut dan tidak akan bisa diganti, makanya aku sempat down banget karena sikap photographer kami sebelumnya.

Tapi yasudahlah aku tidak perlu bahas photographer itu lagi, anggap saja memang tidak jodoh.





Lalu, keajaiban pun terjadi, entahlah mungkin bagi kalian ini hal yang biasa. Tapi bagi aku yang tidak berdaya saat itu, hal ini bagaikan pertolongan dari Tuhan untuk kami. Owen (teman Mat yang photographer) ternyata bersedia dan hari itu ia luang mulai dari siang hari karena esoknya ia akan naik Shinkansen dan berganti kota. Waktu nya benar-benar pas banget!


Selain itu, harga yang ditawarkan pun sangat cocok bagi kami dan Owen bersedia untuk membuatkan video singkat juga di sela-sela photoshoot dengan Kimono. Aku merasa sangaaaatt beruntung dan tertolong.. tadinya aku sangat sedih dan tidak berdaya. Dalam hati hanya bisa berdoa dan berserah, berharap yang terbaik dibalik solusi yang kami coba cari saat itu.





Tuhan memang sangat baik dan bekerja dengan cara-Nya sendiri, Ia bahkan memberikan LEBIH. Aku merasa sangat beruntung dan bersyukur..
Dibalik hal-hal yang kami rasa kurang mampu, ternyata semua dapat berjalan dengan lancar. Photoshoot dengan Kimono ini adalah salah satu alasan kenapa aku ke Jepang, kalau mau dibilang ini adalah hal yang sangat ingin aku lakukan dengan Mat di Jepang.
Karena itu, big thanks to Owen.. TT__TT, God bless you abundantly 0:)






Seperti biasa, aku memberikan list beberapa lokasi yang aku inginkan untuk photoshoot dan membiarkan Owen menuntun kami ke tempat yang tepat dan pas sesuai dengan jarak dan waktu yang ada.


Awalnya kami foto di sekitar Ueno dengan baju casual sebelum berganti dengan Kimono, hasil-hasil foto Owen sangat soft dan alami. Selain itu ada kesan 'oldies' yang aku suka. Setelah itu aku dan Mat berganti Kimono di Asakusa, kami berfoto di sekitar sana dan pindah ke Sumida Park saat sore hari.





Owen itu sangat helpful dan informative, ia banyak membantu mengarahkan gaya kami supaya lebih variatif dan alami. Ia pun banyak sharing mengenai hal-hal yang ia ketahui tentang Jepang dan itu sangat menarik bagi kami berdua karena kami suka Jepang.


Aku suka dengan hasil foto Owen yang romantic dan ada sedikit kesan 'oldies' nya. Owen pintar mencari spot-spot foto yang bagus dan menarik, plus orangnya sabar dan baik banget! Ia sering explore berbagai macam tempat di Jepang, jadi ia tahu tempat-tempat yang bagus untuk foto. Kalau kalian mau coba kontak dia untuk foto pre wedding atau lainnya, kalian bisa coba cek Instagram-nya disini.












Hari selasa kemarin ini aku baru saja bertemu lagi dengan Owen, kali ini ia handle sesi foto untuk photostudio wedding aku di studio-nya Lomoto. Aku sangat tidak sabar melihat hasil-hasilnya, rencananya minggu depan aku akan mengambil beberapa data file untuk aku print.


Banyak teman-teman di Instagram yang juga tidak sabar untuk melihat hasil foto studio-nya. Fotonya simple sih tapi kami berdua suka banget! :D






Moral of the story:

Terkadang ada hal-hal yang seharusnya tidak aku paksakan. Contohnya dengan fotografer sebelumnya, aku suka dengan style foto-nya makanya aku book sesi dengannya walaupun dari awal respon-nya tidak begitu baik. Seharusnya aku lebih fleksible (tidak idealis) dan mencari fotografer lain saja yang merespon dengan lebih baik.

Lalu, terkadang aku lupa akan Tuhan. Namun sebenarnya Ia selalu menunjukkan kehadirannya dalam keseharian aku, hanya saja sebagai manusia 'I take it for granted' kemurahan hati-Nya. Yang membuat aku baru sadar akan pertolongan & kehadiran-Nya di saat aku tidak berdaya. Membuat aku berpikir dan merenung mengenai banyak hal..

Sikap berpasrah dan menerima, mungkin adalah hal-hal yang harus aku pelajari dalam hidup ini.. :)


I want to be a better person

No comments: